
Raveena Clara Medeia.
23,072,002 MONTHLY LISTENERS
Popular

Fans Also Like
Singles and EPs
ⓒ Réalta for seventhseIf, 2020. All Rights Reserved.
| PROFIL KARAKTER | |
|---|---|
| Nama Lengkap | Raveena Clara Medeia |
| Tempat, Tanggal Lahir | Bandung, 23 Juli 2002 |
| Jenis Kelamin | Perempuan |
| Agama | ? |
| Orientasi | Heteroseksual Demiromantis |
| Kewarganegaraan | Indonesia |
| Golongan Darah | A+ |
| Zodiak | Leo |
| CIRI FISIK KARAKTER | |
|---|---|
| Klaim Wajah | Shin Yuna (신유나) |
| Tinggi badan | 173 cm |
| Berat Badan | 49 kg |
| Warna Mata | Cokelat gelap |
| Warna Rambut | Hitam (diganti kalau iseng) |
Informasi Lainnya
Alamat Sekarang
Dharmawangsa Residence, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Indonesia
Latar Belakang Pendidikan
ㅤㅤ• 2008 ㅡ 2013 : Bandung Independent Elementary School,
ㅤ ㅤ Bandung, Indonesia
ㅤㅤ• 2013 ㅡ 2015 : Bandung Independent Middle School,
ㅤ ㅤ Bandung, Indonesia
ㅤㅤ• 2015 ㅡ 2016 (G9) : Bandung Independent High School,
ㅤ ㅤ Bandung, Indonesia
ㅤㅤ• 2016 ㅡ 2019 : SMA Labschool Kebayoran, Jakarta Selatan,
ㅤ ㅤ Indonesia
ㅤㅤ• 2019 ㅡ sekarang : Fakultas Teknik, jurusan Arsitektur,
ㅤ ㅤ Universitas Indonesia, Depok, Indonesia
Afiliasi
ITZLE, sebagai anggota termuda dan drummer.
ⓒ Réalta for seventhseIf, 2020. All Rights Reserved.
| Trivia |
|---|
| She hates broccoli |
| She hates children |
| She HATES being controlled; she did whatever she wanted |
| She has one older brother, Raihanoff Alaric Ranandhika |
| She's rarely in a good state of mood but always hiding it with her gummy smile |
| Strongly believes in magic |
| She could play four instruments: drums, piano, guitar, and kalimba |
| She likes to exploit her privilege to do illegal things |
| She hates her major, Architecture |
| She once dreamed to be a translator and a novelist |
| For her, drinking coffee in the morning is an obligatory |
| She loves any kind of dishes if made by her Grandma or her brother |
| She has two cats, Nathan and Rana; named before someone she likes (A LOT) and her own brother |
| Secretly a street racer; only joins the race whenever she's feeling blue or mad |
Personality
ENTP-T
A Debater
| Curious, communicative with a need to challenge, ENTPs love the intellectual debate, are spontaneous, and assertive. They have a unique view of the world, and bring a fresh perspective. This can make them intellectually promiscuous, enjoying one new experience after another, and failing to follow through on their great ideas as they look for bigger and more novel experiences. |
| The ENTP does not like to be controlled or micro-managed and they dislike rules or regulations preferring to create as they go, working at pace and focusing on what interests and excites them. |
| The ENTP has incredible people skills and will enthuse and entertain people who will want to be part of their set. However they are not really emotional and so will move on easily when they get bored. |
| Often confused with the ENFP, the ENTP shares the ability to charm, cajole and persuade others. However, the ENTP and will be pragmatic decision-makers using empirical data, evidence, and logic to decide. |
| The ENTP is happy with conflict as it allows them to sharpen their debating skills and engage in verbal sparring. They will not really engage at an emotional level seeing it all as an interesting game. |
ⓒ Réalta for seventhseIf, 2020. All Rights Reserved.
ㅤ
ㅤ
ㅤ
ㅤ ㅤ Dia diberi nama Raveena Clara Medeia, terlahir sebagai putri bungsu dari Arthur Zacharias dan Aurellia Karina. Sejak kecil, ia selalu dihujani dengan beragam kata pujian seperti ‘cantik’, ‘baik’, dan ‘pintar’ oleh orang-orang di sekitar; kecuali kedua orang tuanya sendiri. Si gadis kecil merasa tak puas dan mengejar kata-kata itu dari Arthur dan Karina, berusaha mati-matian menjadi tipikal anak sempurna yang diinginkan para orang tua, namun hanya bertahan hingga menginjak akhir SMP.
ㅤ
ㅤ ㅤ Clara pun mengenal emosi baru, hasil dari usaha yang tak diindahkan: muak. Belum lagi kakak semata wayang, sekaligus satu-satunya anggota keluarga yang betah berada di rumah sudah dua tahun pergi ke Jakarta ‘tuk menuntut ilmu.
ㅤ ㅤ Didorong rasa muak, rindu, dan marah karena hanya dijadikan pajangan oleh orang tuanya sendiri, Clara melayangkan protes,
ㅤ ㅤ “Pindahin aku ke Jakarta! Aku mau bareng kakak!”
ㅤ ㅤ Awalnya tak diberi izin, alasannya adalah keluarga mereka kebanyakan berdomisili di Bandung, tapi—halo, apa gunanya jika dia selalu disambut dengan hening kala kembali ke rumah?
ㅤ ㅤ Kelas sembilan SMA—di sekolahnya, kelas sembilan hingga kelas dua belas adalah SMA—Clara memutuskan untuk bolos, dua bulan penuh. Sengaja mengundang amarah dan perhatian orang tuanya sebelum kembali mengutarakan keinginan untuk pindah ke Jakarta.
ㅤ ㅤ “Oke, terserah. Kamu pindah ke JIS.”
ㅤ ㅤ Tidak mau, Clara tidak berminat bicara bahasa Inggris seharian penuh sampai lidahnya terasa seperti habis makan Makaroni Ngehe. Tidak akan terulang.
ㅤ ㅤ “Aku mau sekolah negeri.”
ㅤ ㅤ Apa dikabulkan? Oh, tentu tidak. Ketiganya harus berdebat tiap hari—orang tuanya memang tinggal di rumah, untuk sementara, dengan tujuan menghentikan kelakuan tak jelas Clara, tetapi rumah itu jadi dipenuhi argumentasi bernada tinggi setiap hari.
ㅤ ㅤ Clara bahkan tak yakin dirinya masih sayang pada dua orang dewasa yang bertitel 'orang tua'-nya ini.
ㅤ ㅤ “Oke, nggak JIS. Kamu masuk Labsky, tidak ada bantahan lagi. Ingat syarat yang Papa kasih.”
ㅤ ㅤ Dan di sekolah itulah ia mengenal tiga hal yang sekarang menjadi harta berharga selain sang kakak: teman, drum, dan balap liar.
ㅤ ㅤ Yang terakhir memang hal buruk, sih.
ㅤ
ㅤ ㅤ Clara bukan anak bodoh, kok. Ingat deskripsinya di atas? Dia memang sedikit lebih nakal, tapi tetap cerdas. Dengan SNMPTN UI Arsitektur dan berbagai mimpi tak kesampaian yang tergenggam erat dalam kuasa, bersediakah kalian menggores kisah bersamanya?
ㅤ
ㅤ
ㅤ
ⓒ Réalta for seventhseIf, 2020. All Rights Reserved.
ㅤㅤHullo, di sini #Réalta. Cuma mau negasin lagi kalo saya, akun @fourthself, dan karakter saya nggak ada hubungannya sama Shin Yuna (신유나), ITZY, maupun JYP Entertainment. Akunnya cuma buat haha-hihi, nyalurin hobi nulis, dan nyari temen—siapa tau ada yang bisa saya seret ke KOI Thé.
ㅤㅤKarakter ini murni dibuat sama otak pas-pasan saya, terus saya bakal make 80% bahasa Indonesia, 10% English, dan 10% bahasa lain. Oh iya, saya juga bolehin godmodding si Clara dengan catatan, izin dulu men. Untuk metagaming ... hmm, metagaming hal dasar seperti nama diperbolehkan, tapi kalau hal pribadi seperti siapa nama ayamnya, jangan. Clara nggak punya ayam.
ㅤㅤDah, segitu dulu men. Kalau ada yang mau diomongin atau didiskusiin, samperin aja saya di pesan langsung. Saya gak makan orang kok, kalem saja.
ㅤㅤNice to meet y'all, guys. Let's have some fun together!
ㅤ
ㅤ
ㅤ
ㅤ
ㅤㅤ(Ps. Kalo mau plot bareng, gedor aja pesan langsung si Clara (lagi). I'll reply ASAP. Hehe.)
ⓒ Réalta for seventhseIf, 2020. All Rights Reserved.








